NIIED Scholarship di Perantauan

4:31 PM



Kala itu saya sedang mengerjakan tugas dari matakuliah database di dormitory lounge bersama dua orang teman saya asal Korea, mereka adalah Jin dan Gang. Kami tengah berdiskusi mengenasi tugas besar yang diberikan di kelas database yang kami ambil. Disaat yang sama, salah satu teman saya sesama exchange student dari Indonesia tiba - tiba memberikan kabar kepada saya untuk segera membuka email. Sontak saya pun langsung mengindahkan kabarnya itu. Tak disangka, saya mendapat kabar dari International Office kampus KIT (Kumoh National of Technology) bahwa saya termasuk dalam 7 orang nominasi mahasiswa calon penerima beasiswa dari NIIED (klik di sini), yaitu program pemerintah korea. Dari tujuh orang nominasi tersebut terdiri dari tiga negara yaitu 1 orang dari Malaysia, 3 orang dari Philipina dan 3 orang dari Indonesia termasuk saya. Tugas kuliah yang awalnya terasa amat berat pun menjadi lebih ringan dan saya lebih bersemangat mengerjakannya karena kabar gembira tersebut, namunn perjuangan untuk mendapatkan beasiswa NIIED (National Institute for International Education) baru saja dimulai.

Dari hari diumumkannya kandidat penerima beasiswa, kami diberi waktu kurang lebih 2 minggu untuk mempersiapkan berkas - berkas yang diperlukan. Tak banyak memang, beberapa diantaranya yaitu kita diminta untuk membuat sebuah essay yang menceritakan tentang diri kita dan juga essay mengenai motivasi kita belajar di Korea Selatan. Tidak begitu berat namun dibutuhhkan kreatifitas, tekad, dan pengalaman yang cukup agar essay kita menjadi semenarik mungkin. Saya ceritakan semua pengalaman saya mulai dari masa TK hingga kuliah tak lupa juga mengenai keluarga saya. Saat itu saya tidak sendirian, saya dibantu beberapa teman saya yang setia memberikan arahan dalam hal pembuatan esssay. Dari sisi bahasa pun saya dibantu oleh dua orang teman saya, pertama yaitu mas Aul yang sedang kuliah S2 di kampus tersebut dan satu lagi teman kelompok tugas akhir saya Ghozy. Mereka membantu saya dalam hal bahasa karena saya sadar saat itu bahasa inggris saya masih kurang baik apalagi untuk membuat essay, jadilah mereka membantu memeriksa vocabulary dan grammar yang saya pakai apakah sudah sesuai atau tidak. 

Setelah beberapa hari mempersiapkan berkas - berkas, akhirnya lengkap sudah berkas yang dibutuhkan untuk persyaratan. Tak sabar menunggu rasanya pengumuman yang sangat kita nanti nantikan. Dan akhirnya, pada saat kami di dalam kelas bahasa korea, salah satu teman saya Dannise (Philipina) menyodorkan tablet miliknya ke hadapan saya. Saat dibaca ternyata saya termasuk di dalam lampiran nama penerima beasiswa NIIED tersebut. Saya sangat berterimakasih kepada Tuhan dan orang tua saya yang selalu mensupport saya kala itu, begitu juga kepada teman - teman saya yang telah menyediakan waktunya untuk membantu saya mebuat essay. Terdapat beberapa hal baik yang dapat saya pelajari dari hari itu, selalu bersyukur atas segala kesempatan yang diberikan oleh Tuhan. Tak lupa kita harus selalu berdoa disamping dari usaha yang kita lakukan. 

You Might Also Like

0 comments