Pilihan

5:30 AM


Masjid At-Taqwa PLN Kantor Pusat  


Akhirnya pada tanggal 13 Oktober 2013 saya ikrarkan untuk menjalani kehidupan dalam Islam. Ditemani kakak perempuan saya yang lebih dulu memeluk Islam; di masjid raya Bandung kala itu.

Saya dibesarkan di daerah yang di mana muslim menjadi minoritas. Namun demikian, ibu kandung saya adalah seorang muslimah, lahir di keluarga Islam yang kental di tanah madura. Sejak kecil saya sering menerima nasihat - nasihat dari beliau, walau saya tidak percaya dan tidak saya dengarkan. Hal itu dikarenakan citra Islam di mata saya sangatlah buruk pada masa itu, mungkin karena Islam menjadi minoritas di daerah saya, dan orang - orang muslim di sana kebetulan (maaf) berlatar belakang para pedagang, kuli bangunan, pembantu rumah tangga, dll.

Sejak kecil saya selalu bimbang, kedua orang tua saya mengajarkan hal yang berbeda, namun nasihat dan arahan kedua orang tua tidak cukup hanya di lisan saja. Saya lebih percaya akan contoh, contoh yang mereka berikan dalam kehidupan sehari - hari. Tentu, mereka berdua memiliki kelebihan dan kekurangan, yang akhirnya saya jadikan sebagai landasan untuk menentukan jalan mana yang akan saya tempuh dalam menjalani hidup ini.

Sampai saat ini, saya pun masih mempelajari Islam. Sisi yang benar - benar ajaran Islam yang murni dari Al Quran dan Sunnah Rosul. Bukan Islam yang dijadikan tameng untuk agenda politik, perebutan kekuasaan, terorisme dan hal - hal lain yang jauh dari ajaran Islam itu sendiri.


Salah satu cerita menarik https://youtu.be/BgBpUB0myio


Salam,




You Might Also Like

0 comments